Definisi
Uang adalah semua bentuk yang umum diterima sebagai pembayaran atas barang dan jasa, atau setiap benda yang mudah dibawa, dibagi, berdaya tahan lama dan stabil, serta berfungsi sebagai alat tukar, penyimpanan nilai dan satuan hitung.
Sejarah perkembangan uang
Sejarah perkembangan uang dalam kehidupan manusia dapat dibedakan kepada empat tahap. Jenis uang yang digunakan pada setiap tahap diterangkan dibawah ini .
1. Uang dalam bentuk kebutuhan sehari- hari
Kesulitan dan masalah yang ditimbulkan dalam perdagangan secara barter telah mendorong masyarakat primitif yang hidup pada beberapa abad sebelum masehi menentukan beberapa barang tertentu yang berfungsi sebagai uang. Barang- barang tersebut terdiri dari benda yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat dimasa tersebut. Jenis-jenisnya antara lain
- Barang makanan seperti beras, ikan, dan binatang ternak.
- Barang penting dalam masyarakat primitif seperti pancing.
- Barang yang digunakan sebagai perhiasan, seperti kalung manik.
- Barang yang digunakan sebagai alat pertahanan, seperti pedang.
2. Penggunaan Emas dan Perak sebagai Uang
Emas dan perak telah berfungsi sebagai uang selama kurang lebih 25 abad lamanya, yaitu sampai abad kesembilan belas. Kedua logam ini mempunyai ciri-ciri yang diperlukan untuk menjadi uang yang baik
Kebaikan emas dan perak antara lain adalah :
- Disukai masyarakat dan dapat digunakan sebagai perhiasan
- Kualitas barangnya seragam
- Tidak mudah rusak tetapi mudah dibagi menjadi unit yang kecil
- Jumlahnya terbatas
Kemajuan ekonomi yang berlaku menyebabkan perdagangan berkembang dengan pesat. Perkembangan ini memerlukan lebih banyak emas dan perak untuk membiayai berbagai jenis transaksi. Permintaan yang semakin bertambah ini menyebabkan berbagai masalah berikut ini :
- Lebih banyak tempat yang diperlukan untuk menyimpan uang dan perak
- Jumlah yang semakin besar tersebut menyebabkan masalah membawa uang untuk pembayaran
menjadi semakin sukar
- Emas dan perak tidak dapat bertambah secepat pertambahan nilai perdagangan.
Berarti emas dan perak tidak mencukupi untuk digunakan sebagai uang.
3. Perkembangan penggunaan uang kertas
Ada awalnya uang kertas dikeluarkan untuk mengganti emas yang disimpan di bank umum. Artinya jika seseorang mempunyai uang emas yang didepositkan ke bank umum, sebagai gantinya orang tersebut akan menerima uang kertas yang sama nilainya dengan uang emas yang disimpannya. Akan tetapi lama kelamaan bank umum mulai mengeluarkan uang kertas tanpa mengganti kan dengan emas. Perkembangan perdagangan yang pesat memerlukan lebih banyak uang sedangkan tambahan emas yang didepositkan ke bank umum tidak dapat mencapai kepesatan perkembangan perdagangan.
Masalah diatas mendorong bank umum untuk menciptakan uang kertas tanpa cadangan emas. Masyarakat masih tetap bersedia menggunakan uang yang dikeluarkan tanpa digantikan dengan emas karena uang kertas tersebut dinyatakan bahwa bank bersedia mengeluarkan uang dengan menggantikannya dengan emas yang nilainya sama. Janji inilah yang menimbulkan kepercayaan kepada masyarakat untuk menyimpan harta dalam bentuk uang dan menggunakan uang tersebut untuk membiayai perbelanjaannya.
Uang kertas sekarang ini digunakan diberbagai Negara tidak lagi dikeluarkan oleh bank umum melainkan wewenang untuk mengeluarka uang dipegang oleh bank sentral, di Indonesia bank sentral adalah bank Indonesia. Bank sentral juga memiliki fungsi sebagai badan yang mengawasi kegiatan bank umum dan institusi keuangan lain.
4. Perkembangan peranan uang giral
Uang yang diciptakan oleh bank umum dinamakan uang bank atau uang giral. Yang dimaksud dengan uang giral adalah tabungan seseorang atau suatu perusahaan dalam bank umum yang dapat diambil pemiliknya dengan menggunakan cek. Terdapat dua cara yang menyebabkan bank umum menciptakan uang giral. Pertama, melalui simpanan giral yang dilakukan seseorang atau suatu perusahaan . kedua adalah dengan memberi pinjaman.
Jenis Uang
a. Uang Karta artinya uang yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat bayar. Uang kartal ada yang berbentuk logam dan ada yang berbentuk kertas yang benar-benar beredar dari tangan ke tangan sebagai alat pembayaran dalam masyarakat. Uang kartal menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
1.) Uang Logam
Berdasarkan sejarah perkembangannya, uang logam merupakan uang yang pertama dibuat yaitu terbuat dari emas, perak dan tembaga. Karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efisien selain itu harganya yang cenderung tinggi dan stabil , emas dan perak muda dikenali dan diterima masyarakat namun zaman sekarang , uang logam tidak dilihat dari berat emasnya, melainka dari nominalnay. Menurut macamnya mata uang logam dibagi tiga macam:
1.) Uang Logam
Berdasarkan sejarah perkembangannya, uang logam merupakan uang yang pertama dibuat yaitu terbuat dari emas, perak dan tembaga. Karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efisien selain itu harganya yang cenderung tinggi dan stabil , emas dan perak muda dikenali dan diterima masyarakat namun zaman sekarang , uang logam tidak dilihat dari berat emasnya, melainka dari nominalnay. Menurut macamnya mata uang logam dibagi tiga macam:
· Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata
uang. Misalnya seratus rupiah ( Rp. 100,00) dan lain-lain.
· Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya beberapa nilai emas dan perak digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai
sebagai uang karena alasan emas dan perak tahan lama dan tidak mudah rusak.
· Nilai tukar , adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan barang atau jasa( daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500 dapat ditukarkan dengan satu buah permen sedangkan uang Rp. 10.000 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso.
Uang logam yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari memiliki kelebihan dan kekurangan:
- Kelebihan uang logam:
a) Kuat dan tahan lama.
b) Mudah disimpan dan dibawa kemana-mana.
c) Mudah ditukar dengan barang.
- Kekurangan uang logam:
a) Membawa terlalu banyak akan menambah beban yang berat.
b) Persediaan logam terbatas.
- Kelebihan uang logam:
a) Kuat dan tahan lama.
b) Mudah disimpan dan dibawa kemana-mana.
c) Mudah ditukar dengan barang.
- Kekurangan uang logam:
a) Membawa terlalu banyak akan menambah beban yang berat.
b) Persediaan logam terbatas.
2.) Uang Kertas
Uang kartal disamping berbentuk logam, ada pula yang berbentuk kertas. Asal mulanya uang kertas itu berupa surat tanda penyimpanan yang serupa dengan deposito emas, perak atau deposito uang logam. Pedagang menyerahkan uangnya ke bank dan bank memberikan surat bukti deposito. Uang kertas pada dasarnya surat pengakuan hutang oleh bank yang sewaktu-waktu selalu dapat ditukar dengan emas. Dalam perkembangannya surat pengakuan hutang bank ini beredar sebagai uang.Saat ini uang kertas yang beredar disebut uang kepercayaan dan terdiri atas beberapa nilai pecahan, seperti Rp. 100,00, Rp. Rp. 500,00, Rp.1.000,00, Rp. 5.000,00, sampai dengan Rp. 100.000,00. Uang kertas dibuat dengan kertas khusus dan menggunakan pengaman untuk menghindari pemalsuan.
Uang kartal disamping berbentuk logam, ada pula yang berbentuk kertas. Asal mulanya uang kertas itu berupa surat tanda penyimpanan yang serupa dengan deposito emas, perak atau deposito uang logam. Pedagang menyerahkan uangnya ke bank dan bank memberikan surat bukti deposito. Uang kertas pada dasarnya surat pengakuan hutang oleh bank yang sewaktu-waktu selalu dapat ditukar dengan emas. Dalam perkembangannya surat pengakuan hutang bank ini beredar sebagai uang.Saat ini uang kertas yang beredar disebut uang kepercayaan dan terdiri atas beberapa nilai pecahan, seperti Rp. 100,00, Rp. Rp. 500,00, Rp.1.000,00, Rp. 5.000,00, sampai dengan Rp. 100.000,00. Uang kertas dibuat dengan kertas khusus dan menggunakan pengaman untuk menghindari pemalsuan.
Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money).
a. Uang penuh (full bodied money), nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan untuk pembuatannya. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang tersebut dari emas, maka nilai uang tersebut harus sama dengan nilai emas yang terkandungnya.
b. Uang tanda (token money), sedangkan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera di atas uang lebig tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsic uang tersebut. Missal, untuk membuat uang Rp. 1000 pemerintah mengeluarkan biaya Rp. 750.
3. Uang Giral
Uang giral disebut juga demand deposit artinya saldo rekening koran yang ada di Bank dan sewaktu-waktu dapat digunakan. Uang giral merupakan uang yang sah secara ekonomi tetapi secara hukum tidak, artinya hanya berlaku pada kalangan tertentu saja sehingga orang yang menolak pembayaran dengan uang giral contohnya cek tidak dapat dituntut. Untuk mengambil uang giral dapat digunakan cek atau giro.
a) Cek merupakan suatu perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana, dimana cek dikenal ada tiga macam:
1. Cek atas unjuk
2. Cek atas nama
3. Cek silang.
b) Giro Bilyet adalah surat perintah nasabah bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya kepada rekening nasabah yang lain yang ditunjuk. Jadi Giro bilyet tidak dapat ditukarkan dengan uang tunai di bank penerimanya.
Teori uang
Teori nilai uang membahas masalahmasalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ahli ekonomi, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori:
1) Teori Uang Statis atau disebut juga teori Kualitatif Statis.
Dalam teori ini dipertanyakan apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya?
Teori nilai uang membahas masalahmasalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ahli ekonomi, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori:
1) Teori Uang Statis atau disebut juga teori Kualitatif Statis.
Dalam teori ini dipertanyakan apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya?
Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
a) Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
b) Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
c) Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai pertukarannya, yaitu daya belinya.
d) Teori Negara.
Asal Mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena pengumuman negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
a) Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
b) Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
c) Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai pertukarannya, yaitu daya belinya.
d) Teori Negara.
Asal Mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena pengumuman negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
2) Teori Uang Dinamis.
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
a) Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang
yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya. Secara rumus teori ini dapat dinyatakan dengan rumus:
M = K.P atau P = 1/K . M
Keterangan :
Keterangan :
M = Jumlah uang
K = pembanding tetap/konstanta
P = Tingkat harga
K = pembanding tetap/konstanta
P = Tingkat harga
b) Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang dan Fisher mengajukan rumus yang lazim disebut Fishers equation, dengan rumus sebagai berikut:
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang dan Fisher mengajukan rumus yang lazim disebut Fishers equation, dengan rumus sebagai berikut:
M . V = P . T
Keterangan : M = Jumlah Uang yang beredar
V = Kecepatan peredaran uang
P = Harga barang
T = Jumlah barang yang diperdagangkan
Sehingga nilai uang dapat dicari dengan cara jumlah uang dikali kecepatan peredaran uang dibagi jumlah transaksi atau
Keterangan : M = Jumlah Uang yang beredar
V = Kecepatan peredaran uang
P = Harga barang
T = Jumlah barang yang diperdagangkan
Sehingga nilai uang dapat dicari dengan cara jumlah uang dikali kecepatan peredaran uang dibagi jumlah transaksi atau
M = P . T
V
Contoh:
Jumlah uang beredar 200 juta, kecepatan peredaran uang 0,5 dan jumlah transaksi 500 ribu, berapakah:
a. Nilai Uang
b. Jika uang naik 2 kali yang lain tetap, berapa nilai uang?
Jawab:
a. Nilai Uang
M = 200.000.000
V = 0,5
T = 500.000
P = M . V
T = 200.000.000 x 0,5
500.000
= 100.000.000
500.000
= 200
b. Nilai Uang
M = 2 x 200.000.000 = 400.000.000
V = 0,5
T = 500.000
P = M . V
T = 400.000.000 x 0,5
500.000
= 400
c) Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
d) Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
V
Contoh:
Jumlah uang beredar 200 juta, kecepatan peredaran uang 0,5 dan jumlah transaksi 500 ribu, berapakah:
a. Nilai Uang
b. Jika uang naik 2 kali yang lain tetap, berapa nilai uang?
Jawab:
a. Nilai Uang
M = 200.000.000
V = 0,5
T = 500.000
P = M . V
T = 200.000.000 x 0,5
500.000
= 100.000.000
500.000
= 200
b. Nilai Uang
M = 2 x 200.000.000 = 400.000.000
V = 0,5
T = 500.000
P = M . V
T = 400.000.000 x 0,5
500.000
= 400
c) Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
d) Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar